Selasa, 30 Oktober 2012

Makalah Bahasa Indonesia



RINGKASAN MATERI
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam pemahaman umum, bahasa Indonesia sudah diketahui sebagai alat berkomunikasi. Setiap situasi memungkinkan seseorang memilih variasi bahasa yang akan digunakannya. Berbagai faktor turut menentukan pemilihan tersebut, seperti penulis, pembaca, pokok pembicaraan, dan sarana.
Di dunia ini diciptakan Manusia dan binatang keduanya memiliki pengetahuan. Pengetahuan ini digunakan untuk membedakan baik dan buruk, hitam dan putih.. Senantiasa pengetahuan ini dikembangkan menurut permasalahan hidupnnya. Manusia lain dengan binatang, binaang menggunakan pengetahuannya hanya untuk bertahan hidup. Binatang dibekali pengetahuan untuk mengenali predator yang mengintai dirinya dan mengambil tindakan untuk melindungi diri. Akan tetapi, pengetahuan binatang tersebut tidak mampu mereka kembangkan. Jadi, pengetahuan binatang hanya digunakan untuk bertahan hidup.
Ada dua penyebab manusia mampu mengembangkan pengetahuannya. Pertama ialah karena manusia memiliki bahasa. Bahasa ini berguna dalam melakukan pengomunikasian informasi dan jalan pikiran yang melandasi informasi tersebut. Kedua adalah adanya kemampuan manusia dalam berpikir berdasarkan suatu alur kerangka berpikir tertentu. Cara berpikir inilah yang disebut dengan penalaran.
Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.

Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dahulu dikenal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku, bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan kepulauan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing.

Pada tahun 1928 bahasa melayu mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada tahun tersebut para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan kebudayaan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia, keputusan ini dicetuskan melalui sumpah pemuda. Dan baru setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 18 Agustus Bahasa Indonesia diakui secara Yuridis.
B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian Paragraf Dalam Bahasa Indonesia
2.      Pengertian Kalimat Dalam Bahasa Indonesia
3.      Pengertian Penalaran Induktif dan Deduktif
4.      Pengertian Penerapan Kaedah Bacaan
5.      Pengertian Diksi atau Pilihan kata
6.      Pengertian Bahasa Indonesia dan berbagai Ragamnya dan Pengarug Iptek

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian masing-masing materi
2.      Dapat menjelaskan setiap bagian-bagian dari masing-masing materi
3.      Dapat mengaplikasikan dalam kehidupan, mengenai berbahasa yang baik dan benar

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Paragraf Dalam Bahasa Indonesia
Paragraf atau alinea merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang saling berkaitan dan membentuk sebuah gagasan. Gagasan itu lebih jelas kalau dilengkapi dengan uraian-uraian tambahan. Setiap kalimat dalam paragraph akan selalu berkaitan satu dengan lainnya untuk membentuk suatu bagian yang saling berkaitan.
Paragraf dalam Bahasa Indonesia memiliki unsur-unsur, syarat-syarat, maka dalam menyusun suatu paragraph tersebut tidaklah sembarangan. Dan suatu paragraph tersebut terdiri atas kalimat utama dan kalimat penjelas yang letaknya setiap paragraph bisa sama dan bisa juga tidak, ada yang didepan(deduktif), dibelakang(induktif), didepan dan dibelakang(campuran), dan menyebar(deskriptif/naratif). Paragraf pun memiliki jenis yang dapat dibedakan dari yang lain, seperti paragraph narasi,eksposisi,deskripsi,persuasi dan argumentasi.
B.     Kalimat Dalam Bahasa Indonesia
Kalimat dalam bahasa Indonesia memiliki pola dasar yaitu S (Subjek), P (Predikat), O (Objek) dan K ( Keterangan). Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Akan tetapi, membuat kalimat efektif tidaklah gampang karena memerlukan keterampilan tersendiri. Kesalahan yang banyak ditemukan dapat dikelompokkan sebagai berikut, yaitu :
1. ketidaklengkapan unsur kalimat,
2. kalimat dipengaruhi bahasa Inggris,
3. kalimat mengandung makna ganda,
4. kalimat bermakna tidak logis,
5. kalimat mengandung gejala pleonasme, dan
6. kalimat dengan struktur rancu.

C.    Penalaran Induktif
Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut Induksi. Dalam penalaran Induktif ini ada 3 jenis penalaran Induktif yaitu :
1.      Generalisai
ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejaladengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atausebagian dari gejala serupa. Generalisasi dibuktikan dengan data, contoh, statistic dll.
2.      Analogi
adalah suatu proses penalaran membandingkan sifat esensial yang mempunyai persamaan. Dengan asumsi tersebut diasumsikan ada persamaan pula dalam hal lainya.
3.      Hubungan sebab akibat ataupun hubungan akibat–sebab
Hubungan sebab akibat diambil dengan menghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain, dapatlah kita sampai kepada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu atau dapat juga kita sampai kepada akibat fakta tersebut.

D.    Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif Merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Penalaran deduktif juga merupakan proses penalaran untuk menarik kesimpulan dari hal-hal atau fakta-fakta yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.
Macam-macam dari Penalaran Deduktif®Silogisme Suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga.
Entinem Entinem adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. Entinem berasal dari kata Enthymeme, enthymema (Yunani) yang berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’ Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi.

E.     Sumber Perkembangan Bahasa Indonesia
Sumber pertama bahasa Indonesia salah satunya adalah serapan dari bahasa asing dan bahasa melayu. Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia tidak lepas dari Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu sejak dahulu telah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu tidak hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, tetapi juga digunakan hampir diseluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti-prasasti kuno dari kerjaan di indonesia yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Melayu.
Kedudukan Bahasa Indonesia :
1.      Sebagai Bahasa Nasional
Seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional yang kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah. 
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1. Lambang kebangsaan
2. Lambang identitas nasional
3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya
4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.

2.      Sebagai Bahasa Negara
Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV Pasal 36) mengenasi kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahawa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai :
1. Bahasa resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3. Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

F.     Penerapan Kaedah Ejaan
Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulis-menulis yang
distandardisasikan. Ejaan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam hal :
1.       landasan pembakuan tata bahasa,
2.      landasan pembakuan kosakata dan peristrilahan, dan
3.      alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia.
Di samping itu, ejaan mempunyai fungsi praktis yaitu membantu pemahaman pembaca di dalam mencerna informasi yang disampaikan secara tertulis.
Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Dan juga diresmikan pula huruf-huruf berikut di dalam pemakaian:
                 f    maaf, fakir
                 v    valuta, universitas
                 z    zeni, lezat
                    q, x huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai.   

G.    Diksi atau Pilihan Kata
Kreatifitas dalam memilih kata merupakan kunci utama pengarang dalam menulis gagasan atau ungkapan. Penguasaan dalam pengolahan kata juga merupakan kunci utama dalam menghasilkan tulisan yang indah, enak dibaca, serta ide yang ingin disampaikan penulis dapat dipahami dengan baik.
Diksi adalah kemampuan penulis untuk mendapatkan kata agar dalam pembacaan dan pengertiannya tepat.
Kata ilmiah adalah kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Pembentukkan kata atau istilah adalah kata yang mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Definisi adalah suatu pernyataan yang menerangkan pengertian suatu hal atau konsep istilah tertentu.
Kata serapan adalah kata yang diadopsi dari bahasa asing yang sudah sesuai dengan EYD.

Syarat-Syarat Pemilihan Kata :
1.      Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit.
2.      Makna Umum dan Makna Khusus
Kata umum adalah kata yang acuannya lebih luas.
3.      Kata Konkrit dan Kata Abstrak
Kata konkrit adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh pancaindra.
4.      Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan.
5.      Kata Ilmiah dan Kata Populer
Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.

H.    Bahasa Indonesia Dengan Berbagai Ragamnya
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang menjadi tolak ukur identitas bangsa Indonesia sekarang ini. Banyak rakyat Indonesia yang tidak mengerti bahkan tidak peduli dengan kaidah bahasa Indonesia, banyak diantara mereka malah tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sehari-hari mereka baik di lembaga pendidikan, hingga diruang publik sekalipun. Alasan mereka bahwa bahasa Indonesia bukanlah bahasa Internasional yang digunakan secara universal di seluruh dunia.
Macam-macam Ragam Bahasa :
1.       Ragam bahasa berdasarkan media
a)      Ragam bahasa lisan yang meliputi, berpidato, berdiskusi dan bertelepon.
b)      Ragam bahasa tulis ditandai dengan keermatan menggunakan ejaan dan tanda baca(yang secara tepat dapat melambangkan intonasi), kosakata, penggunaaan tata bahasa dalam pembentukan kata, penyusunan kalimat, paragraf dan wacana.
2.       Ragam Bahasa Berdasarkan Waktu
Berdasarkan waktu terdapat ragam bahasa lama dan ragam bahasa baru(modern). Ragam bahasa lama lazim digunakan dalam enulisan naskah-naskah lama(kuno)
3.       Ragam Bahasa Berdasarkan Pesan Komunikasi
a.        Ragam bahasa ilmiah, adalah sarana verbal yang efektif, efesien, baik dan benar.
b.          Ragam bahasa pidato, dipengaruhi oleh:
·         tujuan (menghibur, memberitahu, mengajak/meminta)
·         situasi (resmi, setengah resmi, ataun tidak resmi)
·         pendekatan isi pidato (pendekatan akademis/intelektual, pendekatan
       moral 
       dan pendekatan sosial). Pidato resmi menyajikan materi yang bersifat mulia
       dan kebenarannya bersifat universal.
c.              Ragam bahasa tulis resmi, ditandai oleh:
·         penyajian materi/pesan yang berifat mulia dan kebenaran yang bersifat
       universal,
·         penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten.
d.       Ragam bahasa sastra, ragam ini mengutamakan unsur-unsur keindahan seni,
e.         Ragam bahasa berita, lazimnya digunakan dalam pemberitaan pada media elektronik (televisii dan radio), media cetak (majalah, surrat kabar) dan jurnal.



I.       Peran dan Fungsi Iptek terhadap Bahasa Indonesia
Perkembangan teknologi pada umumnya akan membawa implikasi hukum pada penggunanya, terutama bila kepentingan strategis para pengguna mengalami konflik antara satu dengan yang lainnya. Konflik kepentingan ini dapat meliputi para individu pengguna teknologi baru maupun meliputi konflik kepentingan nasional antar negara. Untuk menghindari dampak NEGATIF dari perkembangan dan penguasaan teknologi terhadap kepentingan nasional, maka Indonesia perlu menyusun perangkat hukum yang mengatur pelaksanaan penguasaan IPTEK yang jelas dan tegas serta bersifat antisipatif.
Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis yang dipergunakan dan disepakati bersama oleh masyarakat. Awalnya di Indonesia bahasa Melayu digunakan sebagai lingua franca tetapi sejak 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi digunakan sebagai bahasa nasional.
Peran bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam IPTEK dan IPTAK. Dalam IPTEK bahasa Indonesia berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan dan dalam IPTAK berperan sebagai sarana komunikasi keagama

J.      Teknis Menulis Karya Ilmiah
Secara keseluruhan cara penulisan karya ilmiah yang baik sudah ditentukan, yaitu sesuai dengan tata bahasa (EYD) dan tata tulis yang disepakati oleh masyarakat akademik. Adapun yang masuk kedalam penelitian meliputi masalah penelitian, tujuan, metode, kajian teori, objek data variabel dan hasil penelitian. Kemudian cara – cara penulisan karya ilmiah yang baik adalah:
-       Objektif
-       Pola berfikir deduktif – induktif
-       Sistematika
Tata cara penulisan karya ilmiah mencakup : penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka. Adapun bentuk – bentuk karya ilmiah meliputi :
-       Karya tulis
-       Makalah
-       Skripsi
-       Thesis
-       Disertasi
-       Laporan hasil peneliti


































BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pentingnya suatu kepengetahuan mengenai Berbahasa Indonesia yang baik dan benar sangat mutlak selain kita sebagai bangsa Indonesia kita adalah pemilik bahasa itu. Dengan bertambahnya wawasan mengenai kebahasaan sangat dapat membantu dalam bernusa dan bangsa karena Basaha Indonesia mempunyai dua kedudukan  yaitu :

1.      Sebagai Bahasa Nasional
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1. Lambang kebangsaan
2. Lambang identitas nasional
3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya
4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.

2.      Sebagai Bahasa Negara

Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV Pasal 36) mengenasi kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahawa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai :
1. Bahasa resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
3. Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan demikian telah jelas kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia dalam kehidupan di keseharian tinggal kita yang harus mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
B.     Saran
Untuk teman-teman pemuda se-Indonesia kita yang muda yang beda dan bisa untuk mengaplikasikan dalam kehidupan, pahamilah bahasa kita sendiri agar baik dan bernilai tinggi di mata dunia. Pemahaman pada ejaan yang benar kiranya dapat mendorong kita pengguna bahasa Indonesia harus terus meningkatkan kualitas bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa modern yang dapat mengaktualisasikan konsep-konsep ipteks.

 DAFTAR PUSTAKA

Kelompok I – 10. 2012. Penalaran induktif, penalaran deduktif, msumberperkembangan bahasa Indonesia, penerapan kaidah ejaaan, diksi atau pilihan kata, paragraf dalam bahasa Indonesia, bahasa indonesia dengan berbagai ragamnya, kalimat dalam bahasa indoneisa. Samarinda: Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi. Universitas Mulawarman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar