Kamis, 03 Oktober 2013

MAKALAH BIOKIMIA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Lipid merupakan salah satu kelompok senyawa organic yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Senyawa lipid tidak mempunyai rumus struktur yang mirip atau serupa. Sifat kimi dan fungsi biologinya juga berbeda-beda.
Jaringan bawah kulit di sekitar perut, jaringan lemak sekitar ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sebesar 90%, dalam jaringan otak atal dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7,5 sampai 30%.
 Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah "lipida" mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel  hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform.

B.     Ruang Lingkup Bahasan
    Mengetahui kerakteristik, struktur lipid, dan klasifikasi lipid, metabolisme dari lipid,Apa saja penyakit yang timbul akibat dari gangguan terhadap penyimpanan lipid .

C.    Tujuan
·         Untuk mengetahui pengertian dari lipid
·         Untuk mengetahui metabolisme lipid
·         Untuk mengetahui penyakit yang timbul akibat dari gangguan penyimpanan lipid.



BAB II
  PEMBAHASAN

A.    Pengertian Lipid
Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah "lipida" mengacu pada golongan senyawahidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel  hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform. Sifat-sifat lipid yaitu Tidak larut dalam air, Larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzene.

B.     Jenis-jenis Lipid
Terdapat beberapa jenis lipid yaitu:
1.      Asam lemak
Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH    atau     CnH2n+1-COOH
Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam
  lemak yaitu:
  1.   Asam lemak jenuh (saturated fatty acid)
     Asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap
2.   Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid)
     Asam lemak ini memiliki satu atau lebih ikatan rang

Ø  Gliserida
Terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida :
l  Gliserida netral (lemak netral)
Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.
Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah:
1.   Lemak
-               Umumnya diperoleh dari hewan
-   Berwujud padat pada suhu ruang
-   Tersusun dari asam lemak jenuh
2.   Minyak
-   Umumnya diperoleh dari tumbuhan
-   Berwujud cair pada suhu ruang
-   Tersusun dari asam lemak tak jenuh
Ø  Fosfogliserida (fosfolipid)
Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak.
Penggunaan fosfogliserida adalah:
1.   Sebagai komponen penyusun membran sel
2.   Sebagi agen emulsi
Ø  Lipid kompleks
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.
Ø     Non gliserida
Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Jadi asam lemak bergabung dengan molekul-molekul non gliserol. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid, steroid, kolesterol dan malam.
C.    Reaksi Kimia pada Lipid
Lipid memiliki reaksi kimia yang khas, antara lain:
1.      Hidrolisis
Hidrolisis lipid seperti triasilgliserol dapat dilakukan secara enzimatik dengan bantuan lipase, menghasilkan asam-asam lemak dan gliserol. Sifat lipase pancreas dapat dimanfaatkan yang lebih suka memecahkan ikatan ester pada posisi 1 dan 3 daripada posisi 2 dari triasilgliserol.
2.      Penyabunan
Hidrolisis lemak oleh alkali disebut penyabunan. yang dihasilkan adalah gliserol dan garam alkali asam lemak yang disebut sabun.

3.      Penguraian (kerusakan, ketengikan) lipid
Ketengikan adalah perubahan kimia yang menimbulkan bau dan rasa tidak enak pada lemak.
Penyebabnya antara lain auto oksidasi, hidrolisis dan kegiatan bakteri. Oksigen udara dianggap menyerang ikatan rangkap pada asm lemak untuk membentuk ikatan peroksida. Dengan demikian bilangan yodium turun, walaupun sedikit asam lemak bebas dan gliserol dilepaskan. Timbal atau tembaga mengkatalisis ketengikan.
Mengasingkan oksigen atau menambah zat antioksidan menghambat proses ketengikan. Radikal-radikal bebas dihasilkan dihasilkan selama pembentukan peroksida, dan ini dapat merusak jaringan-jaringan jidup kecuali terdapat antioksidan, misalnya tokoferol (vitamin E) yang bereaksi radikal-radikal bebas.
Ø  Fungsi Lipid
l   Penyimpan energi
l   Transportasi metabolik sumber energi
l   Sumber zat untuk sintese bagi hormon, kelenjar empedu serta menujang proses pemberian signal-signal transducing
l   Struktur dasar atau komponen utama dari membran semua jenis sel

Ø  Struktur dan tata nama lemak
Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R, = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana, sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya.
Karakteriktik dan Struktur Lipid
Ø  Karakteristik Fisik
Istilah lipid mencakup lemak, minyak, dan senyawa-senyawa terkait yang tidak larut dalam air dan berminyak ketika disentuh. Beberapa lipid makanan, mentega, margarin, atau minyak goreng dapat dikenal dengan mudah sebagai lemak. Makanan-makanan lain yang mungkin tampak terdiri dari sebagian besar karbohidrat (jenis-jenis roti) atau protein (pastel sapi) sering mengandung banyak lemak. Kita menyebut ini sebagai lemak terpendam.

Ø  Karakteristik Kimiawi
Nama kimiawi untuk lemak dan senyawa-senyawa terkait lemak adalah lipid. Lipid adalah senyawa-senyawa organik yang terdiri dari sebuah rantai karbon sebagai “kerangka dasar”, dengan atom hidrogen dan oksigen dan radikal lain atau gugus-gugus unsur lain yang tertikat. Asam-asam lemak dan senyawa-senyawanya yang terkait adalah lipid-lipid yang penting dalam gizi manusia. Lipid memiliki kesamaan umum dengan karbohidrat. Elemen-elemen kimia serupa yang membentuk karbohidrat – karbon, hidrogen, dan oksigen – juga membentuk asam-asam lemak. Akan tetapi, karbohidrat dan lipid memiliki dua perbedaan penting sebagai berikut:
ü  Lipid lebih kompleks strukturnya, dengan lebih banyak atom karbon (C) dan hidrogen (H) dan lebih sedikit atom oksigen (O).
Unit-unit struktural yang umum dari lipid adalah asam-asam lemak, sedangkan unit-unit struktural dari karbohidrat adalah gula-gula sederhana. Pertama-tama kita akan melihat karakteristik khas dari asam lemak – kejenuhan, panjang rantai, dan esensialitas – sebelum berfokus pada sifat-sifat lipid (trigliserida) yang tersusun atas asam-asam lemak. 
Lipid didefinisikan sebagai senyawa berbasis asam lemak atau molekul yang mirip asam lemak seperti alcohol atau spingosin.





Gambar 1 Struktur Lipid
Struktur beberapa lipid umum. Di bagian atas adalah asam oleat dan kolesterol. Struktur bagian tengah adalah trigliserida yang terdiri dari rantai oleoil, stearoil, dan palmitoil yang melekat pada kerangka gliserol. Di bagian bawah adalah fosfolipid yang umum, fosfatidikolina. Ciri khas yang umum dijumpai di semua lipid adalah kandungan hidro-karbonnya diturunkan dari polimerisasi asetat yang diikuti dengan reduksi rantai segera setelah rantai itu terbentuk.
D.    Pengangkutan dan Penyimpan Lipid dalam tubuh
Lemak yang diserap dari makanan dan lipid yang disentesi oleh hati dan jaringan adiposa harus diangkut keberbagai jaringan untuk digunakan dan disimpan. Namun karena sifat lipid yang tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah . Maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata Lipo=lemak, dan protein).
Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya.
Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:
o Kilomikron
o VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
o IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
o LDL (Low Density Lipoprotein)
o HDL (High Density Lipoprotein)
Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara:
o Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang masuk
ke dalam darah
o Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah
Ø  Jalur pengangkutan lemak dalam darah
Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur endogen
:

1.Jalur           eksogen
Trigliserida & kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawanya ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas akan menembus jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas.
Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil), dibuang dari aliran darah oleh hati.
Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah.
2.      Jalur   endogen
Pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari mengandung    karbohidrat.                                
Hati mengubah karbohidrat menjadi asam lemak, kemudian membentuk trigliserida, trigliserida ini dibawa melalui aliran darah dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein (VLDL). VLDL kemudian akan dimetabolisme oleh enzim lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density Lipoprotein). Kemudian IDL melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein) yang kaya akan kolesterol. Kira-kira ¾ dari kolesterol total dalam plasma normal manusia mengandung partikel LDL. LDL ini bertugas menghantarkan kolesterol ke dalam tubuh.
Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh.
Itulah sebab munculnya istilah LDL-Kolesterol disebut lemak “jahat” dan HDL-Kolesterol disebut lemak “baik”. Sehingga rasio keduanya harus seimbang.
Kilomikron membawa lemak dari usus (berasal dari makanan) dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. VLDL membawa lemak dari hati dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. LDL yang berasal dari pemecahan IDL (sebelumnya berbentuk VLDL) merupakan pengirim kolesterol yang utama ke sel-sel tubuh. HDL membawa kelebihan kolesterol dari dalam sel untuk dibuang
Lipid diangkut di dalam plasma sebagai lipoprotein .
 Lipid plasma terdiri dari :
l   TAG 16 %
l   Fosfolipid 30 %
l   Kolesterol 14 %
l   Ester Kolesteril 36 %


Ø  Penyimpanan Lemak dalam Tubuh

          Lemak yang disimpan dalam tubuh dibedakan menjadi dua jenis yaitu lemak subkutan dan lemakvisceral. Lemak subkutan terdapat tepat dibawah jaringan kulit sementara lemak visceral terdapat di dekat organ tubuh bagian dalam. Lemak visceral ini berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh bagian dalam. Kedua jenis lemak tersebut dapat dikurangi dengan cara yang berbeda. Lemakvisceral dapat dikontrol dengan menjaga pola makan lemak yang tidak berlebihan, sementara lemak yang terdapat langsung dibawah kulit dapat dikurangi dengan berolahraga. Kelebihan lemak ini biasanya akan menumpuk pada bagian tertentu pada tubuh seperti perut, pinggul, dan paha, namun yang paling jelas terlihat pada bagian perut. Faktor lain yang juga mempengaruhi penumpukan lemak tersebut adalah stress. Stress dapat mempengaruhi selera makan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak semakin meningkat, secara mudah mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut: Stress merupakan stimulus yang dikirimkan ke otak dan kemudian otak akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk meningkatkan nafsu makan. Hasilnya, kecenderungan untuk mengonsumsi makanan akan mengalami peningkatan.

E.     Metabolisme Lipid dan Mobilisasi Asam Lemak
Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.
Struktur miselus. Bagian polar berada di sisi luar, sedangkan bagian non polar berada di sisi dalam
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa.
Struktur kilomikron. Perhatikan fungsi kilomikron sebagai pengangkut trigliserida
Simpanan trigliserida pada sitoplasma sel jaringan adiposa
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan  oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.
F.     Gangguan Penyimpanan Lipid
Gambar 6. Lipidosis
Lipidosis adalah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelainan pada enzim-enzim yang memecah lemak, yang mengakibatkan penimbunan bahan-bahan racun yang dihasilkan oleh lemak di dalam jaringan.
Sekumpulan enzim tertentu membantu tubuh memecah setiap jenis lemak. Kelainan pada enzim-enzim ini bisa menyebabkan penimbunan bahan lemak tertentu, yang dalam keadaan normal telah dipecahkan oleh enzim. Lama-lama, penimbunan ini bisa mengancam berbagai organ tubuh.
Yang termasuk ke dalam lipidosis adalah:
  1. Penyakit Gaucher
Pada penyakit gaucher, glucocerebroside, yang menghasilkan metabolisme lemak, menumpuk di jaringan. Penyakit gaucher adalah lipidosis yang paling sering terjadi. Penyakit tersebut paling umum pada orang-orang yahudi Ashkenazi (eropa timur). Penyakit gaucher menyebabkan pembesaran hati dan limpa dan pewarnaan coklat pada kulit. Penumpukan glucocerebroside pada mata menyebabkan bercak kuning yang disebut pingueculae akan terlihat. Penumpukan pada tulang rawan bisa menyebabkan nyeri dan menghancurkan tulang.
Kebanyakan orang mengalamu penyakit gaucher jenis 1, bentuk kronis, yang menghasilkan pembesaran hati dan limpa dan kelainan tulang. Kebanyakan adalah orang dewasa, tetapi anak-anak juga bisa mengalami jenis 1. Jenis 2, bentuk infantile, terbentuk pada masa bayi, bayi dengan penyakit ini mengalami pembesaran limpa dan kelainan sistem syaraf berat dan biasanya meninggal dalam waktu setahun. Jenis 3, bentuk juvenile, bisa dimulai kapan saja selama masa kanak-kanak. Anak dengan penyakit ini mengalami pembesaran hati dan limpa, kelainan tulang, dan kelainan sistem syaraf yang berkembang dengan lambat. Anak yang bertahan hidup sampai remaja bisa hidup untuk beberapa tahun.
Kebanyakan orang dengan penyakit gaucher bisa diobati dengan terapi penggantian enzim, dimana enzim diberikan dengan cara infus, biasanya setiap 2 minggu. Terapi penggantian enzim lebih efektif untuk orang yang tidak mengalami komplikasi sistem syaraf. Penyakit Gaucher adalah penyakit genetik di mana suatu zat lemak (lipid) terakumulasi dalam sel dan organ-organ tertentu. Penyakit Gaucher adalah yang paling umum dari penyakit penyimpanan lisosomal. Hal ini disebabkan oleh kekurangan keturunan dari glucocerebrosidase enzim (juga dikenal sebagai asam β-glukosidase). Enzim bekerja pada suatu glucocerebroside zat lemak (juga dikenal sebagai glucosylceramide). Bila enzim yang rusak, substansi terakumulasi, terutama di sel-sel dari garis keturunan sel mononuklear. Bahan lemak dapat mengumpulkan di limpa, hati, ginjal, paru-paru, otak dan sumsum tulang. Gejala mungkin termasuk pembesaran limpa dan hati, kerusakan hati, gangguan skeletal dan lesi tulang yang mungkin menyakitkan, komplikasi neurologis berat, pembengkakan kelenjar getah bening dan (kadang-kadang) sendi yang berdekatan, perut buncit, warna kecoklatan pada kulit, anemia, darah rendah trombosit dan deposit lemak kuning pada putih mata (sklera). Orang yang terkena dampak paling serius juga mungkin lebih rentan terhadap infeksi. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi resesif pada gen terletak pada kromosom 1 dan mempengaruhi laki-laki dan perempuan.
Beberapa bentuk penyakit Gaucher dapat diobati dengan terapi penggantian enzim. Hal ini dinamai setelah dokter Prancis Philippe Gaucher, yang awalnya digambarkan pada tahun 1882. Sebuah studi tahun 1525 Gaucher pasien di Amerika Serikat menyarankan bahwa sementara risiko kanker tidak meningkat, keganasan tertentu (limfoma non-Hodgkin, melanoma dan kanker pankreas) terjadi pada tingkat 2-3 kali lebih tinggi.
Penyakit ini pertama kali diakui oleh dokter Perancis Philippe Gaucher, yang awalnya digambarkan pada tahun 1882 dan meminjamkan namanya untuk kondisi tersebut. Dasar biokimia untuk penyakit akan dijelaskan pada tahun 1965. Pengobatan efektif pertama untuk penyakit itu, Ceredase obat, disetujui oleh FDA pada bulan Juni 1995. Sebuah obat ditingkatkan, Cerezyme, telah disetujui oleh FDA pada tahun 2001 dan telah menggantikan penggunaan Ceredase.
Gaucher disease adalah gangguan metabolisme yang diwarisi di mana jumlah berbahaya suatuzat lemak yang disebut glucocerebroside menumpuk di limpa, hati, paru-paru, sumsum tulang,dan kadang-kadang di otak. Ada tiga jenis penyakit Gaucher. Kategori pertama, disebut tipe 1,adalah yang paling umum. Pasien dalam kelompok ini biasanya mudah memar dan mengalami kelelahan karena anemia dan platelet darah rendah. Mereka juga memiliki hati dan limpamembesar, gangguan tulang, dan, dalam beberapa kasus, paru dan kerusakan ginjal. Tidak adatanda-tanda keterlibatan otak. Gejala dapat muncul pada usia berapa pun. Dalam tipe 2 penyakit Gaucher, pembesaran hati dan limpa yang jelas dengan 3 bulan. Pasien mengalami kerusakanotak yang luas dan progresif dan biasanya mati karena usia 2 tahun. Dalam kategori ketiga, tipeyang disebut 3, pembesaran hati dan limpa adalah variabel, dan tanda-tanda keterlibatan otak seperti kejang secara bertahap menjadi jelas. Semua pasien Gaucher disease menunjukkankekurangan dari glucocerebrosidase disebut enzim yang terlibat dalam pemecahan dan daur ulang glucocerebroside. Tingginya kadar lemak dalam bahan ini mencegah sel sel dan organ berfungsi dengan benar. penyakit Gaucher adalah salah satu penyakit penyimpanan beberapa lipid.


Ø  Gejala Gaucher Disease
Gejala penyakit Gaucher sangat bervariasi di antara mereka yang mengalami gangguan tersebut.Gejala klinis utama meliputi:* Pembesaran hati dan limpa (hepatosplenomegali).* Sejumlah rendah sel darah merah (anemia).* Mudah memar disebabkan oleh rendahnya tingkat platelet (trombositopenia).* Bone penyakit (nyeri tulang dan fraktur). Gejala lain tergantung pada jenis penyakit Gaucher meliputi jantung, paru-paru dan masalahsistem saraf. Gejala-gejala penyakit Tipe 1 Gaucher termasuk penyakit tulang, hepatosplenomegali, anemia, dan trombositopenia, dan penyakit paru-paru. Gejala-gejala dalam 2 Jenis dan Tipe 3 penyakit Gaucher termasuk yang Tipe 1 dan lain masalahyang melibatkan sistem saraf seperti masalah mata, kejang dan kerusakan otak. Dalam tipe 2 penyakit Gaucher, masalah medis serius memulainya sejak dikandungan. Orang-orang ini biasanya tidak hidup setelah usia dua. Ada juga beberapa pasien dengan tipe 2 penyakit Gaucher yang mati pada periode baru lahir, sering dengan masalah kulit yang parah atau akumulasi cairanyang berlebihan (hidrops).
Individu dengan penyakit Gaucher  Tipe 3 mungkin mengalami gejala sebelum mereka adalah dua tahun, tetapi sering memiliki lebih lambat proses penyakit progresif dan keterlibatan otak cukup variabel. Mereka biasanya memiliki memperlambat gerakanhorisontal mata.                  

        






BAB III
          PENUTUP

A.    Kesimpulan
Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah "lipida" mengacu pada golongan senyawahidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel  hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform. Sifat-sifat lipid yaitu Tidak larut dalam air, Larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzene.fungsi lipid Penyimpan energy,Transportasi metabolik sumber energy,Sumber zat untuk sintese bagi hormon, kelenjar empedu serta menujang proses pemberian signal-signal transducing,Struktur dasar atau komponen utama dari membran semua jenis sel.

B.     Saran
Denganmempelajaribiokimia                      tentang lipid bagaimana penyimpanan,pengangkutan,dan metabolisme dari lipid serta gangguan yang terjadi dalam tubuh.setelah membaca makalah ini pembaca diharapkan dapat menerapkan di dalam dunia kesehatan.








DAFTAR  PUSTAKA

Murray K.Robert.Biokimia Herper Edisi 27.Jakarta:2006.EGC.hal  128-137.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar